Pin It

Bau Nyale, Festival Andalan Lombok yang Langka

Apa yang akan kamu lakukan jika traveling ke Lombok? Menikmati pantainya yang eksotis, menyelami alam bawah lautnya yang menawan, atau mendaki keanggunan gunung Rinjani? Semua itu tentu bisa kamu lakukan di pulau yang secara administrtif terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat itu.

Tapi kalau kamu ingin mendapatkan sensasi traveling di Lombok yang berbeda, datanglah ke pantai Seger, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandaleka, pada tanggal 10-17 Februari 2017. Di sana akan digelar Festival bernama Bau Nyale dengan tema ‘Heritage of Mandalika’. Festival Bau Nyale merupakan program unggulan di Lombok yang berlangsung tiap tahun dengan tujuan untuk menjaga warisan budaya sekaligus menjadi magnet untuk menarik wisatawan.

Festival Bau Nyale 2015

Sumber Gambar : http://www.sisidunia.com/wp-content/uploads/2015/01/Festival-Bau-Nyale-2015-Akan-Dimeriahkan-Band-NOAH.jpg

Oleh karena itu, ada banyak kegiatan seru yang akan berlangsung. Di sana kamu bisa melihat keseruan dari acara paresean, bersih-bersih pantai, parade budaya, surfing, voli pantai, lomba swafoto menggunakan kamera handphone, kampong kuliner, pemilihan putri Mandalika, pagelaran budaya, dan hiburan lainnya.

Kegiatan paling menarik dan tidak boleh dilewatkan selama perayaan Bau Nyale adalah ketika ratusan hingga ribuan warga Lombok beramai-ramai datang ke pantai untuk menangkap cacing Nyale. Oleh karena itulah festival ini dinamakan Bau Nyale. Bau Nyale adalah tradisi yang sudah lama digelar oleh warga Lombok. Dulu, tradisi ini banyak dilakukan oleh penduduk yang tinggal di wilayah Lombok selatan, khususnya para penganut Wetu Telu.

Bau Nyale memiliki kaitan yang erat dengan legenda Putri Mandelika. Konon, dahulu ada seorang putri yang mampu menarik perhatian banyak pangeran. Sang putri pun terpaksa berhadapan dengan pilihan yang sangat sulit. Tekanan yang ia rasakan ini pun menuntunya untuk memutuskan menyeburkan diri ke laut. Akhirnya, masyarakat pun meyakini bahwa cacing Nyale yang muncul hanya setahun sekali selama dua sampai tiga malam ini merupakan jelmaan dari Putri Mandalika. Kepercayaan itu pun masih dijaga hingga kini. Maka dari itu, para warga akan berbondong-bondong mencari Nyale di pantai sebagai pelepas rasa rindu akan Putri Mandalika yang sudah lama hilang.

Dilihat dari kemunculannya, Cacing Nyale memang sangat Unik. Hewan dengan nama ilmiah Eunice Fucata ini hanya akan muncul di musim hujan pada tanggal 20 bulan 10 penanggalan suku Sasak, atau biasanya sekitar lima hari setelah purnama dan muncul di malam hari jelang fajar.

Meskipun masyarakat sudah mengetahui kapan biasanya cacing Nyale akan muncul ke permukaan, bukan berarti cacing Nyale ini mudah ditemukan. Para tetua suku Sasak pun pernah salah memrediksi kehadirannya.

Setelah ditangkap, biasanya para warga akan membawa cacing Nyale ke rumah masing-masing. Cacing Nyale itu akan ditebar ke sawah atau ladang. Hal ini karena para penduduk sangat percaya kalau kehadiran cacing Nyale adalah simbol dari kesejahteraan dan keselamatan. Dengan menaburkannya ke ladang, mereka yakin bahwa tanah akan menjadi subur dan hasil panen pun memuaskan. Keberhasilan dari pertanian ini biasanya dilihat dari cacing Nyale yang muncul ke permukaan. Semakin banyak cacing yang muncul maka semakin tinggi tingkat keberhasilan mereka di sector pertanian.

Tak cukup sampai disitu, masyarakat juga sering menyantap cacing Nyele. Ada yang dimakan secara hidup-hidup, ada juga yang mengolahnya menjadi Sambal Nyale. Cara membuat Sambal Nyale sangatlah mudah. Cukup campurkan Nyale dengan cabai halus, kemangi, dan perasan jeruk perut. Rasanya akan terasa gurih dan kenyal. Bau amis pun tidak akan terasa berkat adanya kemangi.

Sambal Nyale

Sumber Gambar : https://defilailafazr.files.wordpress.com/2013/05/sambal-nyale.jpg?w=529

Ada juga resep lain dari Sambal Nyale, yaitu Sambal Nyale Pa’dongo. Untuk membuatnya, sangari Nyale dengan kelapa parut, bawang putih dan merah, jahe, daun kemangi, dan cabai iris sampai menyerupai serundeng.

Panganan langka ini akan terasa lebih nikmat jika disantap bersama olahan ayam kampung yang dimasak dengan santan. Oleh karena itu, banyak masyarakat Lombok yang menggelar ritual sendiri sebelum festival Bau Nyale dimulai dengan memasak ayam dan ketupat.

Sebagai makanan, cacing Nyale punya kandungan gizi yang banyak dan baik untuk kesehatan. Di dalam tubuhnya, terkandung protein sebanyak 43,84%, karbohodrat 0.543%, fosfor 1.17%, kalsium 1.06% atau lebih tinggi dari kalsium yang terdapat dalam susu sapi (0,12%), magnesium 0,32%, natrium 1,69%, kalium 1,24%, klorida 1,05%, dan zat besi 857 ppm. Cacing Nyale juga menunjukan aktivitas pada 9 bakteri benthos dan 6 kuman isolate klinis yang menandakan bahwa Nyale bisa berfungsi sebagai antibiotik. Jadi, tak heran jika masyarakat Lombok banyak yang menangkapnya untuk menjadi obat.

So, buat kamu yang mau menikmati indahnya pemandangan Lombok, keunikan buadaya yang tersaji dalam Festival Bau Nyale, sekaligus merasakan sensasi menyantap kuliner langka yang dianggap sebagai jelmaan putri, datanglah ke Lombok di tanggal 10-17 Februari. Cari promo tiket murah ke Lombok dari sekarang dan dapatkan harga tiket pesawat terbaik di Reservasi.com.

Posted in: Wisata